jurnalisme, lainlain

Ian

Konon, Ian telah ditanyain apa saja. Tapi saya sih tak yakin. Apa iya Ian pernah ditanyain tentang, semisal, maraknya sweeping warung di bulan ramadhan?

Tapi bagaimanapun, Ian adalah legenda.

Berikut ini adalah terjemahan dari MonsterChildren berjudul FROM THE MAG: LIFE ACCORDING TO IAN MACKAYE, yang dipos oleh Crombie pada 21 mei 2016.

ian

(Motivasi saya untuk mewawancarai legenda Punk Ian Mackaye ini ada dua: satu, memenuhi keinginan saya untuk bisa bercakap-cakap dengan Ian Mackaye, dan dua, memberitahu Ian tentang seekor kucing yang pernah saya punya, jenis Russian Blue, yang saya beri nama Fugazi. Walau saya kemudian sama sekali lupa tentang kucing, tapi saya berhasil juga melakukan percakapan ini, sebuah percakapan yang panjang. Kami bercakap-cakap melalui telepon sekitar satu jam, tanpa bosan, setidaknya untuk saya, walau mungkin lain untuknya. Bagaimanapun ia orang yang sabar. Berikut ini cuplikan-cuplikan pendek hasil wawancara saya dengan Ian. Saya harap Anda akan menemukan sesuatu yang mencerahkan dan mengasyikkan, dan mungkin mengubah cara berpikir anda tentang beberapa hal)

(Tanya) Saya sudah membaca banyak wawancara Anda.

(Jawab) Ya, ada banyak tentang itu.

(T) Anda telah melalui banyak hal. Anda telah ditanyai segala hal. Pun begitu saya akan coba dengan beberapa pertanyaan yang belum pernah ditanyakan. Pertanyaan pertama: Anda orang yang cukup aktif, tapi pernahkah anda menunda-nunda sesuatu? Apakah Anda pernah di situasi seperti ayolah Ian…, bergegaslah, pernahkah begitu?

(J) Hemm, biarkan saya berpikir. Yah itu menarik. Alasan saya sedikit ragu untuk menjawabnya adalah, kadang butuh waktu bagi ide-ide untuk datang. Saya pikir, di masa lalu,  di mana saya telah melakukan beberapa hal, seperti mendobrak ini itu atau berlaku impulsif, telah berakhir. Di beberapa titik saya menyadari: biarkan itu berkembang sebagai kesabaran.

(T) Betul..

(J) Bisa jadi itu semacam penundaan atau kesabaran. Tergantung bagaimana Anda melihatnya. Ada waktunya ketika saya berpikir, anjrit, tai kucing, lima tahun telah lewat dan saya belum menyelesaikan ini, saya belum mengerjakan itu, saya belum menghubungi orang-orang, dan seterusnya dan seterusnya. Waktu adalah sesuatu yang selalu sulit dipahami, itulah hidup. Karena ketika Anda sedang mengerjakan sesuatu, Anda tidak memikirkannya. Akhir-akhir ini, saya pikir ada dimensi tambahan dalam dilema ini: kita terserap oleh layar-layar dan saya pikir “kualitas waktu” sudah benar-benar berubah karena itu. Seseorang dapat menemukan dirinya sedang menghabiskan satu jam dua puluh menit untuk menonton kecelakaan Nascar di tahun 1975, atau video tupai dalam salju, atau melakukan riset pada beberapa band hard-rock tak dikenal dari Omaha, Nebraska tahun 1973. Maksud saya, jenis informasi dan bagaimana informasi diterima sangat mengacaukan pikiran. Contoh, saya tahu ada beberapa hal yang perlu saya kerjakan di komputer, dan walau saya tak terlibat dengan medsos, tapi tetap saja saya akan menghabiskan setidaknya dua jam untuk melihat-lihat berita atau apapun itu. Saya rasa itu adalah sebuah bentuk penundaan dan mungkin ada baiknya juga. Anda perlu melihat sesuatu yang lain sesekali waktu, dan saya melakukannya. Saya duduk dengan secangkir teh dan berpikir tentang sesuatu, atau saya akan duduk memainkan gitar untuk empat puluh lima menit, hanya memetiknya, untuk melihat apa yang akan terjadi. Jadi jawaban untuk pertanyaan Anda adalah ya, saya menunda-nunda. Saya tak begitu tahu apa artinya, tergantung apa yang sedang kita bicarakan.

(T) Saya rasa hanya menunda hal-hal yang Anda tahu harus dilakukan, apapun itu yang  mengalihkan perhatian Anda.

(J) Saya tidak takut terlibat dengan hal-hal seperti itu. Contoh, saya tak masalah..seperti.. saat ini saya sedang mengurus pajak, saya mengorganisir berkas-berkas dan itu menghabiskan waktu berjam-jam. Saya tak masalah melakukan itu. Apa yang saya perlukan hanyalah waktu di mana saya tidak terganggu. Jadi hari ini adalah sebuah hari yang bagus untuk itu karena tak ada orang lain di sini dan saya dapat mengurus berkas-berkas saya, memeriksa, membereskan ini itu, dalam suasana tenang. Saya tidak seperti ..’oh saya tidak mau melakukan ini’…, saya tidak segan melakukan hal-hal itu.

(T) Sungguh?

(J) Saya tak segan melakukan itu. Saya pikir, taik kucing, lakukan saja.

(T) Berapa banyak email yang belum Anda jawab akhir-akhir ini?

(J) Saat ini sekitar 1400 email.

(T) Ehh..

(J) Ini membuat saya gila. Saya coba menjawab pertanyaan orang-orang, tapi ini sesuatu yang berat. Saya lebih memilih untuk berbicara langsung melalui telepon. Ini lebih cepat dan efektif, dan saya pikir ketika Anda dapat mendengar logat seseorang Anda akan tahu darimana mereka berasal.

(T) Apakah saya terdengar berbeda dari email saya?

(J) Ya tentu saja. Saya pikir masalah dengan email dan bentuk-bentuk komunikasi seperti itu adalah hilangnya nada.

(T) Betul

(J) Anda tidak tahu ketika saya menulis kepada Anda; “Anda ingin melakukan wawancara?” Atau ketika saya benar-benar bertanya, “Anda ingin melakukan wawancara?” atau “Anda ingin melakukan wawancara?” ini benar-benar tak mungkin bagi pembaca, si penerima, untuk menerima perbedaan nada dari pertanyaan-pertanyaan itu. Dan saya sering menjumpai orang-orang bermasalah dengan orang lain karena media komunikasi mereka. Jadi saya memang lambat dalam ber-email dan saya rasa medsos, di mana kita terlibat jalin-menjalin dengan dunia, terlalu melelahkan.

(T) Ya, saya juga.

(J) Jadi ada unsur seperti..saya merindukan hubungan nyata sebagai kebalikan dari hubungan virtual.

(T) Adakah sesuatu yang mengerikan tentang semakin jarangnya hubungan antar manusia secara langsung? Anda tak perlu lagi pergi ke supermarket, Anda tak perlu lagi bicara dengan orang lain kalau Anda tak mau, dan seterusnya dan seterusnya…

(J) “Mengerikan” adalah kata yang berlebihan. Saya pikir sebagai masyarakat -setidaknya di barat, yang lebih makmur- kita seakan mabuk teknologi, dan saat itulah kita sulit memahami bawah benda-benda ini hanyalah alat dan ia mempunyai terlalu banyak kekuasaan. Pada titik tertentu, orang akan menyadari bahwa itu semua hanya alat dan kita dapat kembali menjadi manusia. Saya tak tahu apakah ini “mengerikan”, tapi yang jelas ini kacau sekali. “Mengerikan” menunjukkan bahwa orang mempunyai rencana; tapi saya pikir orang-orang tak punya rencana. Ini seperti senjata; pada titik tertentu orang seperti; ‘hei ini ada cara untuk bikin ledakan dan Anda bisa mengirim rudal!’ Ini aneh…..’oh lihat Anda dapat membunuh orang dengan ini…’.

(T) Apa yang Anda rasa soal kondisi permusikan akhir-akhir ini. Penghargaan pada proses pencarian hilang karena segalanya dapat diperoleh secara instan. Apa yang Anda pikirkan mengenai itu?

(J) Ketika pertama kali nge-punk, Henry Rollins dan saya adalah teman baik. Kami bertemu ketika saya sebelas tahun dan dia dua belas. Seiring berjalannya waktu, saya tujuh belas dan dia delapan belas ketika kami nge-punk. Kami pergi ke toko rekaman bersama dan membeli kaset. Kami tak punya banyak uang, jadi dia beli satu kaset dan saya beli satu yang lainnya. Lalu kita pulang, menyetel kaset, dan mendengarkannya seratus kali sambung-menyambung, lalu ditukar dan mendengarkan yang lainnya seratus kali terus-menerus. Jadi kita benar-benar melakukan studi yang mendalam tentang hal ini. Saya tak mengatakan itu adalah sesuatu yang lebih baik, itu hanya sesuatu yang berbeda. Itu adalah konsekuensi dari keadaan kami, dan saya dapat menjamin bahwa kami sanggup mendengarkan seluruh rekaman punk di dunia seketika itu juga. Tuhan tahu itu akan menjadi proses yang berbeda. Anda harus ingat bahwa lebih dari seratus tahun lalu tak ada cara mendengarkan musik selain secara langsung. Anda dapat bermain atau mendengarkan orang memainkannya. Anda tidak dapat menjual musik. Label rekaman tidak sungguh-sungguh menjual musik, mereka menjual plastik; dan sekarang komputer tidak menjual musik, mereka menjual kode. Itulah yang diperbuat label rekaman, termasuk milik saya.

(T) Aneh ya..

(J) Dalam benak saya, segila kelihatannya, secara musikal atau kultural, pada titik ini ya seperti itulah, dan manusia adalah manusia, mereka akan mencari jalan keluar. Saya pikir ada masa peralihan yang sedikit tidak nyaman dan itu membingungkan. Saya baru saja mendengarkan sebuah Podcast dengan sekelompok orang yang berbicara tentang apa yang mereka sebut post hardcore dan emo dan mereka membicarakan Fugazi dan Rites of Spring dan the Get Up Kids dan Thursday dan seluruh band dalam rentang dua puluh lima sampai tiga puluh tahun seolah-olah mereka semua di era yang sama persis.

(T) ….

(J) Itu persepsi mereka. Sangat menarik mengetahui itu. Dalam pandangan saya band-band itu…Black Flag, semisal, intensitas dan provokasi musik mereka –mereka adalah band yang “dalam”- saya tidak berpikir itu akan bisa diterjemahkan dalam video. Itu tak akan Anda dapatkan. Awalnya, ketika iTunes muncul –ini berlaku bagi semua pemusik- saya berpikir tentang apakah efek dari itu adalah seluruh nama-nama band dan judul-judul lagu akan tertulis dengan menggunakan helvetica atau geneva atau dalam font apapun yang sama. Sekarang mereka punya grafis…. Anda pernah membeli sebuah rekaman dalam hidup Anda kan?

(T) Oh yeah..

(J) Jadi Anda tentu tahu dampak dari sampul rekaman. Dan Anda tahu ketika Anda melihat thumbnail yang muncul di screen, itu tidak mempunyai efek yang sama, itu telah dipangkas, sedikit banyak, oleh screen itu sendiri.

(T) Anda pikir itu adalah suatu yang berwujud? Ketika Anda membeli sebuah rekaman dan mendengarkannya, dan secara fisik Anda memegang album, Anda dapat memeriksa kedua sisi sampulnya dan membaca cetakan kecil dan hal semacam itu. Anda pikir itu adalah bagian darinya?

(J) Yeah, saya juga berpikir ada sebuah efek yang nyata. Apapun yang terpampang di layar komputer akhirnya menjadi pixel yang seragam dan karena itu ia adalah sebuah bentuk yang artifisial, seperti sebuah kilauan. Apapun yang Anda lihat di komputer, bagi saya, selalu punya keanehan, sesuatu tak nyata….. jika saya melihat sebuah sampul rekaman yang nyata saya akan bilang wow; jika Anda melihat poster yang diprint manual atau sesuatu seperti itu, Anda dapat benar-benar merasakannya.

(T) Yeah..

(J) Tapi jika Anda melihat sebuah foto dari sesuatu yang dilukis tangan, itu sama sekali tak sama. Anda melihatnya tapi tak memiliki dampak.

Apakah Anda pikir akan ada sebuah generasi yang menyadari itu dan menolaknya? Mungkin itu akan terjadi, atau akan ada lompatan teknologi lain yang kemudian akan membuat orang bernostalgia dengan komputer

(T) Berbicara tentang komputer, Anda melakukan pengarsipan kan?

(J) Yeah, tapi itu tidak di komputer –itu benar-benar pengarsipan.

(T) Saya rasa saya membaca Anda mengunggah hal-hal secara digital.

(J) The Fugazi Live Series. Kami membuat sebuah portal –sudah berjalan empat atau lima tahun sekarang- di mana kita punya sebuah halaman untuk setiap pertunjukan yang pernah kita mainkan termasuk tanggal, tempat, band pembuka, harga tiket, dan semacamnya. Kemudian, dari pertunjukan-pertunjukan itu, kita punya hampir 900 rekaman, dan seluruhnya tersedia. Itu sangat luarbiasa. Dan lalu pada setiap pertunjukan, jika kita punya foto-foto atau copy tiket, atau hal-hal seperti itu, kita memasang gambar-gambar dan orang-orang dapat melihatnya. Idenya adalah menciptakan sumberdaya. Karena kami, untuk beberapa alasan, telah merekam begitu banyak pertunjukan dan saya menyimpan seluruhnya. Ini seperti kerjaan orang bodoh saya pikir. Saya tahu itu.

(T) Saya pernah membaca Anda mengatakan sesuatu, yang saya pikir itu sangat keren, dan saya ingin mendengar Anda mengatakannya lagi. Anda menjelaskan tentang kesuksesan sebagai sesuatu yang cair, dan saya pikir pembaca akan mendapat manfaat mengetahui filosofi Anda tersebut. Idenya adalah tentang tujuan, kesuksesan dan hal-hal semacam itu.

(J) Apa yang saya katakan tidak dalam pengertian semacam ‘target’, karena saya tidak berpikir tentang bagaimana seharusnya kehidupan berjalan. Sungguh. Kita tak dapat mengontrol segala sesuatu di sekitar kita –Anda hanya harus mengarunginya. Seperti.. akhir minggu lalu kita mengalami badai salju di sini dan setiap orang seperti, anjrit, saya harus melakukan ini itu dan hal-hal lainnya. Tapi dalam kehidupan, saya mencoba untuk tetap flexibel. Saya hanya selalu fokus pada pekerjaan yang ada di depan saya.

(T) Yeah, betul.

(J) Jadi kesuksesan itu ada di dalam perjalanan. Saya kira ini yang Anda katakan? Yeah, tapi semua orang tahu, mereka hanya tidak menyadarinya. Satu hal tentang orang-orang yang sangat  fokus pada target adalah bahwa tingkat kegagalan mereka begitu tinggi. Tapi jika Anda tak  memiliki sebuah target, Anda tak bisa benar-benar gagal.

(T) Betul, dan Anda tidak menyiksa diri sendiri.

(J) Saya tidak berpikir hidup sebagai perlombaan. Saya pikir hidup sebagai sesuatu yang mesti dijalani. Dengan hal-hal yang ingin saya lakukan. Itu sudah cukup sukses, menurut saya.

teks asli: http://www.monsterchildren.com/46287/life-according-ian-mackaye/

Standar